Pusat Riset

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Sebuah lokasi bernama Pulau Burung

Lokasi penelitian utama kami berada di dalam perkebunan yang terletak di Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir, di pesisir timur Provinsi Riau, Indonesia.

Perkebunan ini dikelola oleh perusahaan swasta lokal, PT Riau Sakti United Plantations (PT RSUP) di bawah Sambu Group, sebagai perkebunan kelapa hibrida (Cocos nucifera) sejak tahun 1985. Sebagian dari perkebunan tersebut juga telah dialihfungsikan menjadi perkebunan nanas sejak awal 1990-an.

Di luar area perkebunan, kita dapat mengamati interaksi yang lebih besar antara komponen ekosistem yang ada. Pemangku kepentingan penting di sini termasuk petani kelapa sawit yang tinggal di 14 desa di bawah kecamatan Pulau Burung.

Pulau Burung Map

Trio Tata Air

Lahan suboptimal di Pulau Burung merupakan kombinasi antara lahan datar, lahan rendah, lahan basah, dan lahan gambut. Dalam pengelolaan lahan bercirikan gambut, pengelolaan air menjadi aspek terpenting untuk menjamin keberlanjutan.

Semasa hidupnya, pendiri yayasan kami mengerjakan sistem pengelolaan air untuk mengatasi tantangan dari lahan suboptimal. Tanahnya sangat berpori memungkinkan rembesan air terlalu banyak dan penguapan berlebihan yang lebih banyak selama musim kemarau. Trio tata air atau Water Management Trinity (WMT) kemudian didirikan untuk menangkap dan menyimpan air tawar sebagai sumber daya, alih-alih membiarkannya kembali ke laut.

Kombinasi dari curah hujan yang tinggi (lebih dari 2.500mm / tahun), keberadaan Bukit Barisan di Sumatera bagian barat, dan karakteristik tanah yang rendah dan datar, menjadikan daerah sangat potensial untuk menampung dan menyimpan air tawar. Trio tata air terdiri dari tiga komponen utama (yaitu Kanal, Bendungan dan Pintu Air, dan Tanggul) yang mendukung tiga aspek keberlanjutan. Sistem ini masih digunakan sampai sekarang dan telah diakui sebagai yang pertama di dunia.

Kanal

Kanal kami terdiri dari kanal primer, sekunder, dan tersier yang totalnya mencapai lebih dari 8.000 km. Jaringan kanal ini menyimpan lebih dari 25 juta m3 air sepanjang tahun. Kanal-kanal ini memiliki empat fungsi utama:
1. Retensi air (reservoir)
2. Mitigasi kebakaran
3. Pasokan air tawar untuk berbagai keperluan
4. Transportasi warga dan hasil panen.

Bendungan dan Pintu Air

Peran penting kedua komponen ini pada dasarnya adalah sebagai pengatur ketinggian air dan juga sebagai lokus kendali retensi air. Pintu-pintu air tersebut mengontrol distribusi ke masing-masing area dan memastikan pasokan air yang memadai pada tingkat tertentu secara konsisten.

Tanggul

Tanggul dipelihara secara berkala dengan frekuensi yang berbeda tergantung usia struktur. Desainnya mengikuti formula khusus yang memungkinkan struktur ini menahan tekanan lebih besar dan lama. Tanggul kami dibangun mengelilingi area pertanian dengan fungsi penting untuk memisahkan air laut dan air tawar serta secara efektif mengelola ketinggian air.

Produksi Tanaman Pangan

Fungsi utama dari trio tata air adalah memungkinkan pertumbuhan tanaman di lahan gambut sekaligus melestarikan ekosistem utama lahan gambut itu sendiri. Buah naga merupakan salah satu tanaman pangan yang terbukti tumbuh dengan baik di daerah tersebut.

Transportasi Air

Di Pulau Burung, transportasi utama adalah melalui air. Lebih efisien dan efektif untuk membawa barang dan orang melalui jalur air dibandingkan dengan jalan darat. Jaringan jalan antar desa tidak semuanya terhubung dan hanya dapat mengakomodasi kendaraan roda dua.

Rumah Panggung

Sifat tanah gambut yang seperti spons membuatnya sangat menyukai air. Untuk bangunan di kawasan lahan gambut, tiang-tiang pancang penting untuk memperkuat struktur. Banyak rumah di Pulau Burung dibangun di atas panggung. Di beberapa rumah, tiang pancang terlihat di atas permukaan tanah dan beberapa terendam seluruhnya di bawah tanah.

Di aspek lingkungan, trio tata air terbukti memungkinkan lahan gambut tahan api. Sistem ini juga memastikan penerimaan jumlah air yang dibutuhkan untuk menjaga tanah tetap lembab sehingga meminimalkan penurunan permukaan tanah dan abrasi, terutama karena tanggul dan pintu air mencegah runoff hujan yang mengikis lapisan tanah atas.

Trio tata air pun menjamin penyediaan air bersih yang sangat penting untuk mengatur semua kegiatan ekonomi di sekitarnya, termasuk pembangunan pertanian, operasi industri, dan kelangsungan hidup manusia. Akibatnya, tercipta kesempatan kerja langsung dan tidak langsung. Ini mencerminkan komitmen sosial yang menambah fungsi lingkungan dan ekonomi.

Fungsi WMT ini mendukung gagasan bahwa budidaya lahan suboptimal lebih layak dalam jangka panjang dibandingkan dengan perluasan lahan subur di daerah yang layak huni atau padat penduduk. Prosesnya mungkin memerlukan investasi awal yang lebih tinggi untuk membuat tanah tidak terlalu asam dan membangun infrastruktur dasar. Namun, setelah itu, menghasilkan kualitas tanah subur yang lebih baik dan membutuhkan lebih sedikit biaya pemeliharaan dalam jangka panjang.

KolaborAKSI

Dalam melakukan penelitian, kami sering berkolaborasi dengan staf yang kompeten di Laboratorium Riset dan Penasihat PT RSUP. Selain meneliti trio tata air dan dampaknya, kami juga melakukan uji coba untuk mempelajari dan mengamati kelayakan berbagai tanaman untuk dibudidayakan di lahan jenis ini. Selain itu, saling ketergantungan semua pemangku kepentingan dan komponen ekosistem sekitarnya juga menawarkan tema penelitian yang luas untuk perbaikan sistem pangan dan pertanian kita.

Scroll to Top