Mengembalikan Asa ke Rumahnya Lewat Peluncuran Buku Ilustrasi di Tiga Lokasi di Indragiri Hilir

04 Agustus 2026 16:51

Mengembalikan Asa ke Rumahnya Lewat Peluncuran Buku Ilustrasi di Tiga Lokasi di Indragiri Hilir

Indragiri Hilir, Riau, Juli 2026 – Setelah sebelumnya sudah melaksanakan peluncuran buku ilustrasi di Jakarta dengan mengundang rekan-rekan organisasi dengan fokus serupa, Tay Juhana Foundation (TJF) kembali meluncurkan sekaligus mensosialisasikan buku ilustrasinya kepada komunitas pendidikan dan anak-anak di tiga lokasi yang menjadi inspirasi dari cerita yang diangkat dalam buku tersebut, yaitu di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, yang terletak di pesisir timur Pulau Sumatra. Pada tanggal 22, 25, dan 28 Juli 2026, TJF melaksanakan peluncuran buku ilustrasi Serial dari Indragiri Hilir: Pak Kelapa dan Tanah Gambut bersama dengan mitra saudaranya yang sekaligus mitra pengembangan buku, yaitu Yayasan Bahtera Dwipa Abadi (YBDA). Bersama-sama, kedua organisasi ini mensosialisasikan buku ilustrasi tersebut ke komunitas pendidikan dan anak-anak di Kecamatan Tanah Merah, Kecamatan Pulau Burung, dan Kecamatan Kateman melalui forum-forum interaktif.

Rangkaian acara peluncuran diawali dengan acara di Kecamatan Tanah Merah yang terletak di pesisir selatan dari Kabupaten Indragiri Hilir. Acara yang dilaksanakan pada hari Rabu, 22 Juli 2026, ini mengusung format diskusi interaktif yang diawali dengan pemaparan materi oleh dua narasumber, gelar wicara singkat, dan berakhir dengan forum bertukar pikiran bagi seluruh peserta. Pemaparan materi pertama terkait pembelajaran kontekstual disampaikan oleh Atin Sanita, selaku Wakil Koordinator Manajemen Sekolah dari YBDA, dan materi terkait latar belakang pembuatan buku ilustrasi disampaikan oleh Dinda Sonaloka, selaku Asisten Manajer dari TJF.

Dengan mengundang perwakilan-perwakilan dari sekolah, komunitas-komunitas belajar lain, dan pemangku kebijakan setempat, acara ini berhasil mendapatkan respon positif dari peserta yang didorong oleh keterbukaan terhadap ide yang ditekankan oleh kedua organisasi. Peserta memberikan apresiasi terhadap buku sebagai salah satu media pendukung pembelajaran kontekstual yang menjembatani konteks lokal dengan hasil riset, sehingga pengetahuan tersebut terasa dekat dan mudah dipahami oleh anak-anak sebagai penerus ekosistem kelapa.

Selain apresiasi dan masukan terhadap buku secara substansial, peserta turut menyampaikan berbagai tanggapan dan masukannya terkait pengemasan ilmu pengetahuan dalam format buku ilustrasi yang mempermudah integrasinya sebagai media pembelajaran kontekstual di dalam kelas, serta berbagai peluang lebih lanjut.

Berjalan ke arah utara dari kabupaten tersebut, rangkaian kedua bertempat di Kecamatan Pulau Burung dengan mengintegrasikan acara dengan program Pompong Pintar milik YBDA yang sudah diadakan rutin hampir setiap minggu. Pada hari Sabtu, 25 Juli 2026, tim dari kedua organisasi mendatangi Kawasan Kebun Induk I menggunakan pompong (sebutan lokal untuk sebuah jenis perahu) dan melakukan kegiatan bersama sekitar 30 anak-anak setempat. Pengemasan sosialisasi pada program tersebut dilakukan dengan membagikan buku untuk seluruh peserta anak-anak, membaca bersama, dan diakhiri dengan kegiatan partisipatif yaitu pertunjukan boneka.

Melalui kegiatan ini, kedua organisasi mampu menangkap antusiasme anak-anak ketika membaca narasi dalam buku yang sesuai dengan lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Hal tersebut terlihat dari bagaimana mereka mengekspresikan ketertarikan dan semangat ketika melihat tokoh dalam buku bermain sepeda di antara pohon-pohon kelapa. Kegiatan membuat boneka yang kemudian menjadi bahan dalam pertunjukan boneka juga menarik minat besar dari anak-anak. Kebebasan yang diberikan kepada anak-anak untuk turut menggambar setiap tokoh dalam buku mendorong kreativitas dan kemampuan pemahaman anak terhadap cerita di buku.

Masih di bagian utara dan tidak jauh dari lokasi kedua, pada rangkaian acara terakhir, TJF dan YBDA menyelenggarakan peluncuran dan sosialisasi di Desa Air Tawar, Kecamatan Kateman, secara lebih spesifik di fasilitas publik Taman Hijau. Acara yang diselenggarakan pada hari Selasa, 28 Juli 2026, ini mengombinasikan format diskusi interaktif dengan narasumber yang sama, seperti di Kecamatan Tanah Merah, bagi tamu undangan dewasa, sekaligus format kelompok baca bagi peserta anak-anak secara parallel.

Sama seperti dua acara sebelumnya, sambutan baik datang dari setiap peserta acara. Sebagai hasil, TJF dan YBDA berhasil mengantongi banyak masukan dan dukungan untuk pengembangan buku selanjutnya, mulai dari topik lain yang relevan, cara pengemasan buku, kegiatan serta peluang kolaborasi dan tindak lanjut, serta akses distribusi yang lebih luas.


Dengan diantarkannya kembali buku ilustrasi ini ke lokasi sumber inspirasi ceritanya, buku ini membuka jalan baru bagi TJF sebagai lembaga riset dan YBDA sebagai lembaga pemberdayaan untuk bisa terus mengoptimalisasi dukungan ketahanan bagi komunitas lokal di Indragiri Hilir, Riau. Selain untuk mendiseminasikan pengetahuan hasil riset kepada target masyarakat yang lebih luas, buku ini juga diharapkan dapat mendorong kemampuan penalaran bagi pembacanya sehingga pembaca tidak hanya mampu memahami konteks spesifik dalam buku, tetapi juga beradaptasi di tengah kondisi iklim yang semakin tak tentu saat ini.

Baca selengkapnya buku ilustrasi Serial dari Indragiri Hilir: Pak Kelapa dan Tanah Gambut pada link ini, serta nantikan publikasi lebih lanjut tentang ketiga acara di atas melalui kanal Youtube Tay Juhana Foundation. Tidak hanya itu, ikuti kami lebih lanjut dalam memahami adaptasi lingkungan dan ketahanan pangan dalam konteks komunitas di Indragiri Hilir, Riau melalui Instagram dan LinkedIn kami!

Landmark Pluit Building-2nd Floor, Tower D6, RW.4, Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14440

Phone: (021) 6603926
WhatsApp: +62 815 8855 584

Ikuti media sosial kami:
[object Object][object Object][object Object][object Object]

Kebijakan Privasi

Copyrights © 2026 Tay Juhana Foundation