22 Juni 2026 17:48
Nanjing, Jiangsu, Tiongkok – Pada 7-12 Juni 2026 lalu, Tay Juhana Foundation (TJF) berpartisipasi dalam World Congress of Soil Science (WCSS) ke-23 yang diselenggarakan di Nanjing, Tiongkok. Dalam forum yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali oleh International Union of Soil Sciences (IUSS) sejak 1927 ini, TJF diwakili oleh Safira Eka Aprianti (Agroforestry Researcher) dan Nurul Ihsan Fawzi (Operational Manager).
Mengusung tema “Soil and the Shared Future for Humanity”, WCSS 2026 mempertemukan ribuan peneliti, akademisi, dan praktisi dari berbagai negara untuk mendiskusikan peran tanah dalam mendukung masa depan yang berkelanjutan. Selama satu minggu penyelenggaraan, kongres menghadirkan 10 pembicara utama dalam sesi pleno, lebih dari 100 sesi paralel, serta lebih dari 1.000 poster penelitian yang mencakup beragam topik ilmu tanah dari seluruh dunia.
Mempresentasikan Perspektif Lahan Gambut Tropis Indonesia
Sebagai bagian dari kontribusi TJF dalam forum ilmiah internasional ini, Safira dan Ihsan mempresentasikan hasil penelitian yang berangkat dari pengalaman pengelolaan ekosistem kelapa di lahan gambut tropis Indonesia, khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.
Dalam sesi “Soil Feeds Life: Crop Diversification for Sustainable Agriculture”, Safira mempresentasikan penelitian berjudul “Optimizing Soil Health in Tropical Peatlands through Coconut-based Agroforestry.” Penelitian ini membandingkan kondisi kesehatan tanah pada sistem monokultur kelapa dan sistem agroforestri berbasis kelapa, serta menunjukkan bagaimana diversifikasi vegetasi dapat mendukung peningkatan kesehatan tanah tanpa mengurangi produktivitas pertanian. Temuan tersebut turut memperkuat potensi agroforestri sebagai pendekatan berbasis alam (Nature-based Solutions/NbS) yang relatif rendah input untuk mendukung pengelolaan lahan gambut yang lebih berkelanjutan.
Lebih dari sekadar berbagi hasil penelitian, presentasi ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan perspektif dari Indonesia dalam mengelola agroekosistem lahan gambut tropis kepada komunitas ilmu tanah internasional. Di tengah diskusi lahan gambut global yang masih banyak berfokus pada ekosistem gambut beriklim sedang dan boreal, penelitian ini menghadirkan perspektif yang berbeda dari lanskap pertanian kelapa di lahan gambut tropis. Diskusi yang berkembang selama sesi berlangsung menyoroti pentingnya memperluas percakapan global mengenai pengelolaan lahan gambut agar mencakup keragaman konteks ekologis dan praktik pengelolaan di berbagai wilayah dunia.

Kontribusi TJF berlanjut melalui presentasi Ihsan dalam sesi “Peatlands in a Changing World” dengan penelitian berjudul “Nutrient Cycling in Tropical Peatland Coconut Agroecosystems: Integrating Natural Weeds as Cover Crops for Sustainable Management.” Penelitian ini mengeksplorasi peran gulma alami sebagai tanaman penutup tanah dalam mendukung siklus hara pada agroekosistem kelapa di lahan gambut tropis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vegetasi alami dapat berkontribusi terhadap retensi unsur hara, penambahan bahan organik, serta fungsi ekosistem secara keseluruhan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap input eksternal.
Sebagai bagian dari sesi khusus mengenai lahan gambut, presentasi ini kembali menegaskan pentingnya menghadirkan perspektif lahan gambut tropis dalam diskusi ilmu tanah internasional. Selain memantik diskusi mengenai pengelolaan lahan gambut berkelanjutan, penelitian ini juga menunjukkan potensi pemanfaatan gulma alami sebagai pendekatan berbasis alam yang sederhana dan berbiaya relatif rendah untuk mendukung keberlanjutan sistem pertanian.
Bertukar Pengetahuan dan Belajar dari Berbagai Perspektif
Selain mempresentasikan penelitian, tim TJF juga mengikuti berbagai sesi ilmiah dan meninjau poster penelitian yang relevan dengan fokus kerja organisasi, mulai dari kesehatan tanah, pengelolaan lahan gambut tropis, siklus hara, agroforestri, biodiversitas, ketahanan iklim, Nature-based Solutions (NbS), pertanian berkelanjutan, hingga pengelolaan tanah sulfat masam.
Beragam sesi tersebut memberikan kesempatan untuk memahami perkembangan riset terkini, pendekatan metodologis baru, serta berbagai praktik pengelolaan yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan riset dan program TJF ke depan, khususnya pada sistem pertanian lahan gambut dan lahan basah.
Pengalaman belajar juga diperluas melalui partisipasi dalam In-Congress Field Trip: Soil Profile Survey and Purple Mountain. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung mengenai praktik survei tanah di Nanjing, termasuk deskripsi profil tanah, teknik karakterisasi lapangan, serta interpretasi hubungan antara tanah dan bentang alam. Pembelajaran tersebut turut memperkaya pemahaman TJF mengenai metode penilaian tanah berbasis lapangan.
Di samping agenda ilmiah, kongres ini juga menjadi ruang penting untuk membangun jejaring dan pertukaran pengetahuan secara informal. Melalui berbagai kegiatan sosial dan networking, TJF berkesempatan berdiskusi dengan peneliti, akademisi, dan praktisi dari berbagai negara, membuka peluang kolaborasi serta pengembangan riset di masa mendatang.

Langkah Selanjutnya
Partisipasi dalam World Congress of Soil Science 2026 menjadi kesempatan berharga bagi TJF untuk sekaligus berbagi dan belajar. Melalui presentasi penelitian, diskusi ilmiah, pembelajaran lapangan, serta interaksi dengan berbagai pihak dari seluruh dunia, kongres ini memperluas perspektif TJF terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan berbagai pendekatan yang relevan dengan fokus penelitian organisasi.
Di saat yang sama, forum ini juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat representasi perspektif lahan gambut tropis Indonesia dalam diskursus ilmu tanah global, sebuah bidang yang masih relatif kurang terwakili dibandingkan penelitian pada tanah mineral maupun lahan gambut beriklim sedang dan boreal. Jaringan dan hubungan yang terbangun selama kongres juga membuka peluang baru untuk kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan riset di masa depan.
Ikuti perjalanan TJF dalam mengembangkan riset dan solusi praktis untuk pengelolaan lahan gambut berkelanjutan, kesehatan tanah, dan ketahanan iklim melalui LinkedIn and Instagram kami. Bersama-sama, mari memperluas pengetahuan dan mendorong praktik pengelolaan lahan yang lebih berkelanjutan.
Landmark Pluit Building-2nd Floor, Tower D6, RW.4, Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14440
Phone: (021) 6603926
WhatsApp: +62 815 8855 584
Kebijakan Privasi
Copyrights © 2026 Tay Juhana Foundation