23 Oktober 2026 20:56
Terletak di pesisir selatan Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, yang dikenal sebagai “Negeri Seribu Parit” Indragiri Hilir, Riau, Kuala Enok merupakan rumah bagi komunitas petani pangan dan nelayan. Data Rumah Data Riau serta Satu Data KKP (2023–2024) mencatat bahwa lebih dari 90% penduduknya menggantungkan hidup pada sektor perikanan, dengan 4–6% di antaranya bergerak di bidang budidaya perikanan.
Berangkat dari hal tersebut, Tay Juhana Foundation, melalui program FOSTER, kali ini melakukan kegiatan eksperimen bersama petani ikan dalam skala kecil untuk memahami pendekatan adaptasi yang ramah lingkungan dengan kondisi lahan di wilayah Kuala Enok yang didominasi oleh tanah sulfat masam, sehingga memengaruhi tingkat keasaman air di sekitarnya. Mengingat budidaya perikanan modern berpotensi memperburuk kondisi ekosistem di wilayah tersebut, tim memulainya dengan mengeksplorasi praktik budidaya perikanan yang berakar pada kearifan dan kondisi lokal.
Upaya yang dilakukan oleh tim tidak hanya bertujuan untuk mengeksplorasi potensi nelayan dan petani setempat dalam mendiversifikasi ketersediaan protein lokal dan memperkuat ketahanan pangan lokal, tetapi harapannya juga dapat menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi komunitas lokal. Di samping itu, limbah dari budidaya ikan di parit dapat turut bermanfaat bagi lahan pertanian yang dialiri air dari parit tersebut agar mewujudkan sistem pertanian terintegrasi.
Parit Lokal sebagai Titik Awal
Tim mengawalinya dengan memahami kondisi pirit asam di kanal, di mana akumulasi kandungan turut berdampak pada kondisi air sehingga menyulitkan kondisi eksperimen yang dimulai dengan beberapa spesies ikan: nila, gurami, dan patin. Berkaca dari kondisi ini, tim memanfaatkan drum plastik bekas yang diisi air hasil olahan dari lapangan agar dapat menjauhkan benih ikan dari tanah asam di dasar parit, sambil mempelajari perlakuan yang dibutuhkan untuk budidaya ikan dalam kondisi air seperti ini. Hal ini memitigasi dampak kemarau panjang, membuat tahap awal pemeliharaan ikan semakin sulit, sehingga adaptasi menjadi faktor penting dalam prosesnya.
Pengalaman tersebut turut mengarahkan tim yang kini bereksperimen dengan jenis ikan gabus yang menunjukkan ketahanan terbaik terhadap air asam di Kuala Enok. Hal ini menekankan bahwa inovasi paling efektif adalah yang disesuaikan dengan konteks lokal, yaitu tanah, air, dan spesies, dan bukan diperlakukan sebagai solusi mutlak yang berlaku dalam semua kondisi.

Aklimatisasi benih ikan sebelum dimasukkan ke dalam air dengan perlakuan. Foto: Tay Juhana Foundation/Yogie
Memadukan Inovasi dengan Tradisi Skala Kecil di Tingkat Lokal
Agar hasil eksperimen ini relevan, faktor biaya juga perlu dipertimbangkan dalam konteks skala kecil. Tim mengeksplorasi model serta potensi pasar bagi masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya lokal sebagai pakan, seperti limbah pasar ikan, ampas kelapa, dan dedaunan yang mudah ditemukan di sekitar Kuala Enok. Drum plastik bekas yang digunakan merupakan bagian dari rencana untuk membangun kolam pembenihan bersama masyarakat dalam skala kecil.

Kiri: Pemeliharaan ikan di drum plastik bekas; Kanan: Ikan gabus muda, spesies lokal. Foto: Tay Juhana Foundation/Raditya Paksi I.
Sebagai bagian dari upaya kami dalam menciptakan ketahanan pangan lokal yang tangguh melalui program FOSTER, tujuan akhir dari kegiatan ini ialah membangun sebuah model budidaya ikan yang sesuai dengan kondisi lahan, air, serta keseharian masyarakat Kuala Enok, bukan sesuatu yang terpisah darinya.
Di Tay Juhana Foundation, kami berkomitmen untuk memajukan ketahanan pangan di lahan suboptimal melalui praktik pertanian berkelanjutan yang berkaca dari praktik lokal. Ikuti pembaruan berkala mengenai proyek sistem pertanian terintegrasi kami melalui Instagram dan LinkedIn, serta pelajari lebih lanjut melalui TJF Research Brief.
Lainnya
Pemberdayaan Petani
Lahan Sub Optimal
Lanskap
Mata Pencaharian
TJF Update
Landmark Pluit Building-2nd Floor, Tower D6, RW.4, Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14440
Phone: (021) 6603926
WhatsApp: +62 815 8855 584
Kebijakan Privasi
Copyrights © 2026 Tay Juhana Foundation